Zaman Batu Indonesia


Zaman Batu di Indonesia Zaman Batu Zaman batu adalah zaman ketika manusia menggunakan alat-alat penunjang hidupnya yang sebagian besar terbuat dari batu. Pada zaman ini, ada pula alat-alat penunjang hidup manusia yang terbuat dari kayu atau bambu, tetapi bekas-bekasnya tidak ada sama sekali. Dapat dibayangkan bahwa manusia pada zaman ini memiliki daya pikir yang sangat rendah. Dengan demikian, kepandaian untuk menciptakan alat-alat hidup juga sangat rendah. Kemampuan daya pikir tersebut dengan tantangan dari lingkungan sekitarnya. Mereka menggunakan peralatan yang mudah ditemukan dilingkungan tempat tinggalnya mereka. Zaman batu tua(palaeolithikum) Zaman ini diperkirakan berlangsung selama 600.000 tahun silam, yaitu selama kala pleistocen(diluvium). Kegiatan hidup sehari-hari manusia Zaman Palaeolithikum adalah mengumpulkan bahan makanan untuk dikonsumsi saat itu juga. Kegiatan seperti itu disebut peradaban food gathering atau pengumpul makanan. Zaman Batu Tengah (Mesolithikum) Pada zaman mesolithikum, kehidupan manusia tidak jauh berbeda dengan Zaman palaeolithikum,yaitu berburu,mengumpulkan makanan,dan menangkap ikan. Biasanya mereka memilih terdapat tinggal di tepi sungai,tepi pantai,atau gua-gua.para ahli ilmu purbakala menyebutkan bahwa zaman ini berlangsung kurang lebih 20.000 tahun silam. Manusia purba pada zaman peradaban ini merupakan campuran bangsa-bangsa pendatang dari asia. Dengan demikian, alat-alat yang mereka gunakan juga mendapat pengaruh dari daratan asia. Zaman Batu Muda (Neolithikum) ciri-ciri utama zaman ini adalah manusia telah menghasilkan makanan atau menjadi pendukung peradaban food producing. Menurut Dr.R. soekmonno, seorang ahli arkeologi Indonesia, merupakan suatu revolusi dalam perkembangan zaman prasejarah Indonesia. Zaman ini dianggap sebagai dasar peradapan Indonesia sekarang. Zaman batu besar (megalithikum) Zaman megalitikum biasa disebut zaman batu besar,karena pada zaman ini manusia sudah dapat membuat dan meninggalkan kebudayaan yang terbuat dari batu-batu besar. Kebudayaan ini berkembang dari zamaan neolithkum sampai zaman perunggu. Kepercayaan ini muncul karena pengetahuian manusia sudah meningkat, manusia mulai mempercayai bahwa orang yang meninggal rohnya akan pergi kesuatu tempat dan sewaktu-waktu roh itu dapat dipanggil untuk memberikan pertolongan. zaman megalitikum: kapak persegi, kapak lonjong, Menhir , Dolmen, Kubur batu, Waruga, Sarkofagus, Punden Berundak mesolitikum batu penggiling beserta landasannya (pipisan) yang digunakan untuk menghaluskan cat merah.[3] Cat tersebut diperkirakan digunakan dalam acara keagamaan atau ilmu sihir.[3] Di tempat itu juga ditemukan banyak benda-benda kebudayaan seperti kapak genggam yang disebut pebble atau kapak genggam Sumatera (Sumeteralith) sesuai dengan tempat penemuannya. Kapak tersebut terbuat dari batu kali yang dibelah dua dan teksturnya masih kasar.[3] Kapak lain yang ditemukan pada zaman ini adalah bache courte (kapak pendek) paleo Mereka menggunakan batu, kayu dan tulang binatang untuk membuat peralatan memburu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s