Badan Hukum : Pengertian dan Teori Teori Badan Hukum


A. Pengertian Badan Hukum

Sebagaimana halnya subjek hukum manusia, badan hukum dapat mempunyai hak – hak dan kewajiban – kewajiban, serta dapat pula mengadakan hubungan hukum (rechtsbetrekking/rechtsverhouding) baik antara badan hukum yang satu maupun dengan yang lain maupun antara badan hukum dengan orang manusia (natuurlijkepersoon). karena itu, badan hukum dapat mengadakan perjanjian – perjanjian jual – beli, tukar menukar, sewa – menyewa dan segala macam perbuatan lapangan harta kekayaan.

Dengan demikian badan hukum ini adalah pendukung hak dan kewajiban yang tidak berjiwa sebagai lawan pendukung hak dan kewajiban yang berjiwa yakni manusia. Dan sebagai subjek hukum yang tidak berjiwa, maka badan hukum tidak dapat dan tidak mungkin berkecimpung di lapangan keluarga seperti mengadakan perkawinan, melahirkan anak dan lain sebagainya.

Adanya badan hukum (rechtspersoon) di samping manusia tunggal (natuurlijkpersoon) adalah suatu realita yang timbul ditengah – tengah masyarakat, sebab selain manusia mempunyai kepentingan perseorangan ia juga mempunyai kepentingan bersama dan tujuan bersama yang harus di perjuangkan bersama pula. Karena itu mereka berkumpul dengan mempersatukan diri dengan membentuk suatu organisasi dan memilih pengurusnya untuk mewakilinya.

Lalu bagaimana menurut ahli hukum mengenai pengertian dari badan hukum itu sendiri, berikut beberapa definisi mengenai badan hukum :

  • Maijers : “Badan hukum adalah meliputi sesuatu yang menjadi pendukung hak dan kewajiban.”
  • Logemann : “Badan hukum adalah suatu personifikasi, yaitu suatu perwujudan hak-kewajiban. Hukum organisasi menentukan struktur intern dari personifikasi itu.”
  • E. Utrecht : “Badan hukum adalah badan yang menurut hukum berkuasa (berwenang) menjadi pendukung hak.”
  • R. Soebekti : “Badan hukum pada pokoknya adalah suatu badan atau perkumpulan yang dapat memiliki hak-hak dan melakukan perbuatan seperti seorang manusia, serta memiliki kekayaan sendiri, dapat digugat atau menggugat di depan hakim.”
  • R. Soemitro :”Badan hukum ialah suatu badan yang dapat mempunyai harta, hak serta kewajiban seperti orang pribadi.”
  • Sri Soedewi Maschun Sofwan :”Badan hukum yaitu kumpulan dari orang-orang bersama-sama mendirikan suatu badan (perhimpunan) dan kumpulan harta kekayaan, yang ditersendirikan untuk tujuan tertentu (yayasan). Kedua-duanya merupakan badan hukum.”

B. Teori – Teori Badan Hukum

  1. Teori Fictie dari Von Savigny
    Menurut Teori dari Von Savigny badan hukum semata – mata buatan negara saja. Badan hukum itu hanyalah fiksi, yakni sesuatu yang sesungguhnya tidak ada, tetapi orang menghidup-kannya dalam bayangan sebagai subjek hukum yang dapat melakukan perbuatan hukum seperti manusia. Teori ini juga diikuti oleh Houwing
  2. Teori Harta Kekayaan Bertujuan (doel vermogents theorie)
    Menurut teori ini hanya manusia saja yang dapat menjadi subjek hukum. Namun, kata teori ini ada kekayaan (vermogen) yang bukan merupakan kekayaan seseorang, tetapi kekayaan itu terikat tujuan tertentu. Kekayaan yang tidak ada yang mempunyainya dan yang terikat kepada tujuan tertentu inilah  yang diberi nama badan hukum. Teori ini diajarkan oleh A. Brinz, dan diikuti oleh Van der Hayden.
  3. Teori Organ dari Otto van Gierke
    Badan hukum menurut teori ini bukan abstrak (fiksi) dan bukan kekayaan (hak) yang tidak bersubjek, tetapi badan hukum adalah sesuatu organisme yang riil, yang menjelma sungguh – sungguh dalam pergaulan hukum yang  dapat membentuk kemauan sendiri dengan perantaraan alat – alat yang ada padanya (pengurus, anggota -anggotanya) seperti manusia biasa, yang mempunyai panca indera dan sebagainya. Pengikut teori organ ini antara lain Mr. L.C. Polano.
  4. Teori Propriete Collective (Kepemilikan bersama)
    Teori ini diajarkan oleh Planiol dan Molengraff. menurut teori ini hak dan kewajiban badan hukum pada hakikatnya adalah hak dan kewajiban para anggota bersama -sama. kekayaan badan hukum adalah kepunyaan bersama semua anggotanya. Orang – orang yang berhimpun tersebut merupakan satu kesatuan dan membentuk suatu pribadi yang dinamakan badan hukum. Oleh karena itu, badan hukum adalah suatu konstruksi yuridis saja. Starr Busmann dan Kranenburg adalah pengikut ajaran ini.
  5. Teori Kenyataan Yuridis (juridishe realiteitsleere)
    dikatakan bahwa, badan hukum itu merupakan suatu realiteit, konkret, rill, walupun tidak bisa diraba, bukan hayal, tetapi kenyataan yuridis. teori ini dikemukakan oleh Majers ini menekankan bahwa hendaknya dalam mempersamakan badan hukum dengan manusia terbatas sampai pada bidang hukum saja.

Meskipun teori – teori tentang badan hukum tersebut berbeda – beda dalam memahami hakikat badan hukum, namun teori itu sependapat bahwa badan – badan hukum dapat ikut berkecimpung dalam pergaulan hukum masyarakat, meskipun dengan beberapa pengecualian.

Referensi

Chidir Ali, Badan Hukum, Alumni 1987

Syahrani  Riduan, Seluk beluk dan asas – asas hukum perdata, Alumni 2006

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s